JARRAKPOSLAMPUNG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2025 resmi naik sebesar Rp18 miliar. Kenaikan itu diputuskan dalam rapat evaluasi rancangan peraturan daerah dan peraturan bupati yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung, Sulpakar, di Kantor BPKAD Provinsi Lampung, Jumat (03/10/2025).
Dari tambahan anggaran tersebut, Rp16 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan. Kecamatan Tegineneng menjadi wilayah dengan kucuran dana terbesar, yakni Rp14 miliar dari total anggaran infrastruktur.
Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, SIKom, MM, menegaskan bahwa prioritas anggaran untuk Tegineneng bukan berarti wilayah lain diabaikan.
“Semua jalan kabupaten tetap menjadi prioritas. Hanya saja pengerjaannya dilakukan bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Sekdakab Pesawaran Wildan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), para kepala OPD, serta sejumlah pejabat Pemprov Lampung seperti Inspektur Bayana, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala Bapenda Slamet Riadi, Karo Hukum, dan Plt Kepala BPKAD Nurul Fajri.
Sebelumnya, Nasir juga menekankan bahwa fokus APBD-P 2025 memang diarahkan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan, sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menutup potensi defisit. Tahun ini, Pemkab Pesawaran menargetkan PAD bisa mencapai Rp100 miliar, naik dari realisasi tahun 2024 yang hanya Rp88,4 miliar atau sekitar 6,90 persen dari total pendapatan daerah.
Ketergantungan Pesawaran terhadap dana pusat masih sangat tinggi. Dari total pendapatan daerah tahun 2024, 93,10 persen atau sekitar Rp1,19 triliun berasal dari transfer pemerintah pusat. Sementara itu, belanja daerah dan transfer sepanjang 2024 tercatat mencapai Rp1,23 triliun, dengan belanja pegawai sebesar Rp504,8 miliar, termasuk gaji dan tunjangan kepala daerah serta DPRD.
Dengan tambahan Rp18 miliar dalam APBD-P 2025, publik berharap arah pembangunan benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat, terutama perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini banyak dikeluhkan warga. (***/red)