Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Agam Gulirkan Program Batuan Pangan

Pemerintah Kabupaten Agam kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat rentan. Sebanyak 6.684 keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh kecamatan di Agam tercatat telah menerima bantuan berupa beras dari pemerintah.

Program ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Bantuan disalurkan dalam bentuk beras sebanyak 10 kilogram per keluarga, yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan dikelola oleh Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan Perum Bulog.

Penyaluran Merata di Seluruh Kecamatan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Syatria, menyebutkan bahwa penyaluran bantuan telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal bulan. Kecamatan-kecamatan yang sudah menerima bantuan di antaranya Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, dan Ampek Nagari.

“Kami memastikan bahwa bantuan sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran dilakukan dengan pengawasan ketat dari pemerintah nagari dan kecamatan agar tepat sasaran,” jelas Syatria dalam keterangannya kepada media, Rabu (5/6).

Peran Aktif Pemerintah Nagari

Pemerintah nagari juga terlibat aktif dalam proses verifikasi dan distribusi bantuan. Wali Nagari Manggopoh, Zulkifli, menuturkan bahwa pihaknya membantu memastikan data penerima bantuan akurat dan tidak tumpang tindih dengan program bantuan lainnya.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Bulog untuk memastikan bahwa tidak ada penerima yang dobel dan semua sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ujarnya.

Dampak Langsung ke Ekonomi Rumah Tangga

Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum jos178 sepenuhnya pulih pasca-pandemi. Nurhayati (43), warga Kecamatan Tanjung Raya, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Beras ini sangat membantu kami. Biasanya untuk beli beras saja harus mengurangi belanja lainnya. Sekarang kami bisa lebih lega,” kata Nurhayati.

Langkah Strategis Pemerintah Daerah

Program ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan pengendalian inflasi di daerah. Pemkab Agam menargetkan seluruh bantuan selesai disalurkan pada akhir bulan Juni 2025.

“Ini adalah bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka kemiskinan. Selain bantuan pangan, kami juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi keluarga,” kata Bupati Agam melalui pernyataan tertulis.

Harapan Keberlanjutan Program

Pemerintah Kabupaten Agam berharap program bantuan pangan ini dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan program sosial lainnya. Selain membantu kebutuhan dasar masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk penanganan masalah sosial secara lebih menyeluruh.

“Kami ingin ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tapi awal dari pembangunan sosial yang berkelanjutan,” tutup Kepala Dinas Sosial Agam. (***)

Sumber: https://gamdev.org/

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here